BAB
1
SEJARAH
SEPAK BOLA
|
Berbicara tentang
olahraga sepak bola, tentunya satu hal yang terlintas di benak kita adalah
sebuah olahraga termurah yang paling digemari oleh berbagai kalangan di hampir
seluruh pelosok dunia yang dimainkan oleh berbagai jenis usia baik tua maupun
muda. salah satu jenis olahraga murah meriah yang sangat ‘merakyat’ di dunia
ini. kurang pas rasanya jika kita bermain sepak bola tanpa mengetahui sejarah
awal mula dan asal muasal permainan atau olahraga ini, kebanyakan orang mengira
lahirnya sepak bola ini berasal dari negara inggris. pada dasarnya, banyak
sekali berbagai golongan dan individu yang mengutarakan asal muasal dari sepak
bola.
seorang pakar sejarah
sepak bola misalnya, bill muray, menuliskan sebuah buku the
world game: a history of soccer mengatakan bahwa sepak bola sudah
dimainkan sejak awal masehi, orang-orang di era mesir kuno telah mengenal
permainan ini dengan cara membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan
kain linen. kemudian, dalam sejarah yunani purba mencatatkan juga terdapat sebuah
permainan yang disebut episcuro (permainan dengan
menggunakan bola) sebutan mereka untuk permainan sepak bola ini terbukti dari
gambar relief pada dinding museum yang mengisahkan tentang seorang anak muda
yang sedang memegang bola bulat dan memainkannya dengan pahanya. terdapat juga
sebuah versi sejarah kuno tentang asal muasal sepak bola lainnya yang berasal
dari negeri sakura, jepang, sejak abad ke 8, masyarakat jepang menyebutnya
dengan sebutan kemari (bola yang digunakan
terbuat dari kulit kijang yang ditengah-tengahnya terdapat lubang yang berisi
udara).
Dikarenakan banyaknya
versi dan beragam pendapat dari berbagai kalangan inilah maka pada awal tahun
1900-an atau tepatnya tahun 1904, didirikanlah sebuah organisasi tertinggi
sepak bola dunia atau yang kita kenal sebagai fifa.
BAB 2
SEJARAH
BULU TANGKIS
|
Sejarah Olahraga Bulu Tangkis (Badminton)- Bulutangkis atau badmintonadalah
suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk
tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Mirip dengan
tenis, bulutangkisdimainkan dengan pemain di satu sisi bertujuan
memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati
net agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan. Dia juga harus
mencoba mencegah lawannya melakukan hal tersebut kepadanya. Baiklah pada
kesempatan kali ini Kumpulan Sejarah akan mencoba berbagi pengetahuan kepada sobat semua mengenai Sejarah
Olahraga Bulu Tangkis (Badminton) yang dapat menambah wawasan anda
mengenai olahraga yang sangat di
Sejarah Olahraga Bulu Tangkis (Badminton)
Dari
mana cabang olahraga badminton berasal dan bagaimana sejarah
awalnya ? Orang hanya mengenal nama badminton berasal dari sebuah rumah/istana
di kawasan Gloucester-shire, sekitar 200 kilometer sebelah barat London,
Inggris. Badminton House Demikian nama istana tersebut, menjadi saksi sejarah
bagaimana olahraga ini
4
mulai dikembangkan menuju bentuknya sekarang. Di bangunan tersebut, sang
pemilik, Duke of Beaufort dan keluarganya pada abad ke-17 menjadi aktivis
olahraga ini. Akan tetapi, Duke of Beaufort bukanlah penemu permainan
itu. Badminton hanya menjadi nama karena dari situlah
permainan ini mulai dikenal di kalangan atas dan kemudian menyebar. Badminton
menjadi satu-satunya cabang olahraga yang namanya berasal dari nama tempat.
Yang juga tanda tanya besar adalah bagaimana nama permainan ini berubah
dari battledore menjadi badminton. Nama asal permainan dua orang
yang menepak bola ke depan (forehand) atau ke belakang (backhand) selama
mungkin ini tadinya battledore. Asal mula permainan battledore dengan
menggunakan shuttlecock(kok) sendiri juga misteri. Dulu orang
menggunakan penepak dari kayu (bat). Dua orang menepak “burung” itu ke depan
dan ke belakang selama mungkin.
Permainan macam ini sudah dilakukan anak-anak dan orang dewasa lebih dari 2000 tahun lalu di India, Jepang, Siam (kini Thailand), Yunani, dan Cina. Di kawasan terakhir ini dimainkan lebih banyak dengan kaki. Di Inggris ditemukan ukiran kayu abad pertengahan yang memuat gambar anak-anak sedang menendang-nendang shuttlecock. Permainan menggunakan kok memang mempunyai daya tarik tersendiri. Setelah ditepak atau dipukul ke atas maka begitu “jatuh” (menurun) kok akan melambat, memungkinkan orang mengejar dan menepaknya lagi ke atas. Yang menjadi tanda tanya, bagaimana bisa terbentuk kok seperti sekarang: ada kepala dengan salah satu ujung bulat dan di ujung lain yang datar tertancap belasan bulu sejenis unggas? Bahan-bahan untuk membuat kok memang sudah ada di alam. Bentuk kepala kok yang bulat sudah ada di sekitar kita, biasa ditemukan dalam buah-buahan atau batu.
Pertanyaannya adalah bagaimana awalnya bulu-bulu bisa menancap di kepala kok? Ada yang berpendapat bahwa ada seseorang sedang duduk di kursi dan di depannya meja tulis. Dia melamun dan memikirkan sesuatu yang jauh. Tanpa disengaja dia mengambil tutup botol yang terbuat dari gabus dan kemudian menancap-nancapkan
Permainan macam ini sudah dilakukan anak-anak dan orang dewasa lebih dari 2000 tahun lalu di India, Jepang, Siam (kini Thailand), Yunani, dan Cina. Di kawasan terakhir ini dimainkan lebih banyak dengan kaki. Di Inggris ditemukan ukiran kayu abad pertengahan yang memuat gambar anak-anak sedang menendang-nendang shuttlecock. Permainan menggunakan kok memang mempunyai daya tarik tersendiri. Setelah ditepak atau dipukul ke atas maka begitu “jatuh” (menurun) kok akan melambat, memungkinkan orang mengejar dan menepaknya lagi ke atas. Yang menjadi tanda tanya, bagaimana bisa terbentuk kok seperti sekarang: ada kepala dengan salah satu ujung bulat dan di ujung lain yang datar tertancap belasan bulu sejenis unggas? Bahan-bahan untuk membuat kok memang sudah ada di alam. Bentuk kepala kok yang bulat sudah ada di sekitar kita, biasa ditemukan dalam buah-buahan atau batu.
Pertanyaannya adalah bagaimana awalnya bulu-bulu bisa menancap di kepala kok? Ada yang berpendapat bahwa ada seseorang sedang duduk di kursi dan di depannya meja tulis. Dia melamun dan memikirkan sesuatu yang jauh. Tanpa disengaja dia mengambil tutup botol yang terbuat dari gabus dan kemudian menancap-nancapkan
pena yang ketika itu terbuat dari bulu unggas. Beberapa pena tertancapkan
dan jadilah bentuk sederhana sebuah kok.
Tentu ini tidak ada buktinya. Hanya kemudian memang terbentuk alat permainan seperti itu yang di tiap kawasan berbeda bentuknya. Pada tahun 1840-an dan 1850-an keluarga Duke of Beaufort ke-7 paling sering menjadi penyelenggara permainan ini. Menurut Bernard Adams (The Badminton Story, BBC 1980) anak-anak Duke – tujuh laki-laki dan empat perempuan – inilah yang mulai memainkannya di ruang depan. Lama-lama mereka bosan permainan yang itu-itu saja. Mereka kemudian merentangkan tali di antara pintu dan perapian dan bermain dengan menyeberangkan kok melewati tali itu. Itulah awal net.
Tentu ini tidak ada buktinya. Hanya kemudian memang terbentuk alat permainan seperti itu yang di tiap kawasan berbeda bentuknya. Pada tahun 1840-an dan 1850-an keluarga Duke of Beaufort ke-7 paling sering menjadi penyelenggara permainan ini. Menurut Bernard Adams (The Badminton Story, BBC 1980) anak-anak Duke – tujuh laki-laki dan empat perempuan – inilah yang mulai memainkannya di ruang depan. Lama-lama mereka bosan permainan yang itu-itu saja. Mereka kemudian merentangkan tali di antara pintu dan perapian dan bermain dengan menyeberangkan kok melewati tali itu. Itulah awal net.
BAB 3
SEJARAH
RENANG
|
Sejarah olahraga renang adalah olahraga yang cukup populer di indonesia,
terbukti dengan adanya sekolah-sekolah private untuk belajar renang yang benar,
agar kelak bisa menjadi perenang handal di olimpiade. Tidak ada batasan usia
untuk bisa berenang, karena dari kecil sampai tua pada suka berendam didalam
air kan. Olahraga renang sebenarnya sangat baik buat pertumbuhan tubuh,
terutama bagi para remaja cowok. Jika dilakukan rutin 3 kali dalam seminggu,
otot-otot anda bakalan jadi kayak binaraga.
Renang perkembangannya di negeri kita rupanya mempunyai
kisah tersendiri, itulah yang terekam oleh sejarah. Pendudukan kolonial Belanda
telah memberi warna tersendiri bagi renang. Ulasan berikut saya kutip dari
Organisasi Renang Indonesia. Sejak sebelum kemerdekaan, di negara kita
telah ada beberapa kolom renang yang indah dan baik. Akan tetapi pada waktu
itu, kesempatan bagi orang-orang Indonesia untuk belajar berenang tidak
mungkin. Hal ini disebabkan setiap kolam renang yang dibangun hanyalah
diperuntukkan bagi para bangsawan dan penjajah saja.
Olahraga lompat jauh dipertandingkan pada sekitar tahun
1869. Atletik modern biasanya diorganisir sekitar lari 400m di trek di hampir
semua even yang ada. Acara lapangan (melompat dan melempar) biasanya memakai
tempat didalam trek. Atletik termasuk didalam Olimpiade modern di tahun 1896
dan membentuk dasar-dasarnya kemudian Wanita pertamakali dibolehkan
berpartisipasi di trek dan lapangan dalam event Olimpiade tahun 1928. Sebuah
badan pengelola internasional dibentuk, IAAF dibentuk tahun 1912. IAAF
menyelenggarakan beberapa kejuaraan dunia outdoor di tahun 1983. Ada beberapa
pertandingan regional seperti kejuaraan Eropa, Pan-American Games dan
Commonwealth Games. Sebagai tambahan ada sirkuit Liga Emas professional,
diakumulasi dalam IAAF World Athletics Final dan kejuaraan dalam ruangan
seperti World Indoor Championship. Olahraga tersebut memiliki profil tinggi
selama kejuaraan besar, khususnya Olimpiade, tetapi yang lain kurang populer.
AAU (Amateur Athletic Union) adalah badan pengelola di Amerika Serikat
sampai runtuh dibawah tekanan profesionalisme pada akhir tahun 1970. Sebuah
badan baru bernama The Athletic Congress (TAC) dibentuk, dan akhirnya dinamai
USA Track and Field (USATF atau USA T&F). Sebuah tambahan, organisasi
dengan struktural yang lebih kecil, Road Runner Club of America (RRCA) juga ada
di USA untuk mempromosikan balap jalanan. Di masa modern, atlet sekarang bisa
menerima uang dari balapan, mengakhiri sebutan “amatirisme” yang ada
sebelumnya.
BAB
5
SEJARAH BOLA VOLY
|
Pada awal penemuannya, olahraga
permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama
kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal
Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895,
di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). William G. Morgan dilahirkan di
Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young
Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan
untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti
yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni
1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James
Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6
November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan
sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James
Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang
instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan
Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun
setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith.
Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang
diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya,
permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga
permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir
adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan
khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan
ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi
volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi
pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun
1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical
Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the
International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk
mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang
baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield
tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam
kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim
beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa
permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di
luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu,
permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah
pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari
permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang
tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Pada awal penemuannya, olahraga
permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama
kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal
Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895,
di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). William G. Morgan dilahirkan di
Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young
Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan
untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti
yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni
1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James
Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6
November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan
sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James
Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang
instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan
Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun
setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith.
Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang
diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan.
BAB
6
SEJARAH BOLA BASKET
|
Basket dianggap sebagai olahraga
unik karena diciptakan secara tidak sengaja oleh seorang guru olahraga. Pada
tahun 1891, Dr. James Naismith, seorang guru
Olahraga asal Kanada yang mengajar di sebuah perguruan tinggi untuk para siswa
profesional di YMCA (sebuah wadah pemuda umat Kristen) di Springfield, Massachusetts, harus membuat suatu
permainan di ruang tertutup untuk mengisi waktu para siswa pada masa liburan
musim dingin di New England. Terinspirasi dari
permainan yang pernah ia mainkan saat kecil di Ontario,Naismith menciptakan
permainan yang sekarang dikenal sebagai bola basket pada 15 Desember 1891.
Menurut cerita, setelah menolak beberapa gagasan karena dianggap
terlalu keras dan kurang cocok untuk dimainkan di gelanggang-gelanggang
tertutup, dia lalu menulis beberapa peraturan dasar, menempelkan sebuah
keranjang di dinding ruang gelanggang olahraga, dan meminta para siswa untuk
mulai memainkan permainan ciptaannya itu.
Pertandingan resmi bola basket yang pertama,
diselenggarakan pada tanggal 20 Januari 1892 di tempat kerja
Dr.James Naismith. Basket adalah sebutan yang diucapkan oleh salah seorang
muridnya. Olahraga ini pun segera terkenal di seantero Amerika Serikat.
Penggemar fanatik ditempatkan di seluruh cabang di Amerika Serikat.
Pertandingan demi pertandingan pun dilaksanakan di seluruh kota-kota negara bagian Amerika
Serikat.
Pada awalnya, setiap tim berjumlah sembilan orang dan tidak
ada dribble, sehingga bola hanya dapat berpindah melalui lemparan. Sejarah
peraturan permainan basket diawali dari 13 aturan dasar yang ditulis sendiri
oleh James Naismith.
BAB
7
SEJARAH SEPAK TAKRAW
|
Bukti
sejarah menunjukkan bahwa permainan sepak takraw telah dimainkan di abad ke-15
oleh Kesultanan Malaka, karena disebutkan dalam teks sejarah Melayu yang
terkenal ”Sejarah Melayu”. Sejarah Melayu yang dijelaskan secara rinci tentang
Raja Muhammad, seorang putra Sultan Mansur Shah yang tak sengaja terkena bola
rotan dari Tun Besar, putra Tun Perak, dalam permainan sepak raga.
Bola
itu mengenai tutup kepala Raja Muhammad dan membuatnya terjatuh ke tanah. Dalam
kemarahan, Raja Muhammad segera menikam dan membunuh Tun Besar, sehingga
beberapa saudara Tun Besar ingin balas dendam dan membunuh Raja Muhammad.
Namun, Tun Perak berhasil menahan mereka dan mengatakan bahwa ia tidak akan
mengangkat Raja Muhammad sebagai pewaris Sultan. Oleh karena hal itu, Sultan
Mansur Shah memerintahkan anaknya meninggalkan Malaka dan mengangkatnya sebagai
penguasa di Pahang.
Di
Bangkok, tepatnya di Wat Phra Kaeo terdapat bangunan yang didirikan tahun 1785
yang menggambarkan dewa Hindu, Hanuman bermain sepak takraw di cincin dengan
pasukan kera. Catatan sejarah lain menyebutkan permainan awal sepak takraw
selama pemerintahan Raja Naresuan (1590-1605) dari Ayutthaya. Permainan tetap
dalam bentuk lingkaran selama ratusan tahun, dan versi modern sepak takraw
dimulai di Thailand pada awal tahun 1740-an.
Pada
tahun 1866 dengan Asosiasi Olahraga Malaysia merancang aturan pertama untuk
pertandingan sepak takraw. Empat tahun kemudian, asosiasi ini memperkenalkan
pertandingan gaya voli pertama. Dalam beberapa tahun, sepak takraw dimasukkan
ke dalam kurikulum di sekolah-sekolah di Malaysia. Pada tahun 1940-an, versi
modern sepak takraw telah tersebar di Asia Tenggara bersama dengan aturan
formalnya.
Olahraga
ini secara resmi dikenal sebagai ‘sepak takraw’. “Sepak” adalah bahasa Melayu
untuk menendang dan “takraw” adalah kata Thai untuk bola anyaman. Oleh karena
itu sepak takraw secara harafiah berarti menendang bola. Pemilihan nama ini
untuk olahraga pada dasarnya merupakan kesepakatan antara dua negara lokomotif
sepak takraw yakni Malaysia dan Thailand. Di Indonesia, khususnya di Sulawesi
Selatan, sepak raga / takraw disebut meraga / maddaga yang dalam bahasa Bugis
yang diambil dari kata siraga-raga yang berarti saling menghibur.
Meskipun
sudah ada sejak dulu kala, tapi permainan sepaktakraw resmi berkembang di
Indonesia tahun 1970. Bermula dari kunjungan muhibah Singapura dan Malaysia
yang memperkenalkan permainan sepak raga maka tidak sulit dikembangkan di
Indonesia, berdasarkan instruksi Depdikbud tahun 1970, untuk mengembangkan
permainan sepak takraw, di Sulsel, Sumut, Sumbar dan Riau.
Tahun
1971 berdiri secara resmi induk organisasi olahraga dengan nama Perserasi,
mempunyai empat anggota, yaitu Pengda Sumut, pengda Sumbar, Pengda Riau, dan
Pengda Sulsel. Kemudian sejak itu perkembangan sepak takraw semakin pesat. Dari
empat Pengda tumbuh menjadi 14 Pengda pada tahun 1980 bertepatan dengan
diselenggarakannya Kejurnas ke-3. Dua tahun kemudian, di seluruh daerah tingkat
I sudah berdiri Perserasi.
BAB
8
SEJARAH LEMPAR LEMBING
|
Sejarah Lempar
LembingLempar lembing merupakan suatu aktivitas yang menuntut kecekatan dan
kekuatandalam melempar. Medianya berupa lembing, yaitu sejenis tombak, tapi
lebih ringandan kecil. Awal mulanya, lempar lembing lebih identik dengan
aktivitas berburunenek moyang manusia. Sebagaimana olahraga atletik lainnya,
lempar lembingdiadopsi dari kebiasaan kaum laki-laki pada zaman
tersebut.Aktivitas ini baru berkembang menjadi suatu olahraga ketika umat
manusiamemasuki masa bercocok tanam dan beternak, meninggalkan masa nomaden
yanglebih kental dengan aktivitas berburunya. Manusia mulai menetap
denganmembangun perkampungan atau perkotaan.Perubahan gaya hidup pun terjadi. Salah
satunya adalah aktivitas fisik sepertimelempar lembing tak lagi digunakan untuk
berburu. Aktivitas itu dialihkan menjadisuatu olahraga yang dipertandingkan.
Unsur untuk memperoleh makanan (berburu)berubah menjadi upaya pemenuhan akan
hiburan dan prestasi.Walaupun belum ditemukan catatan sejarah yang otentik
mengenai lempar lembing,tapi sebagian ahli meyakini olahraga ini telah
berkembang sejak zaman Yunani Klasik.Saat itu, lempar lembing termasuk olahraga
populer. Tak kalah dengan olahraga jenisatletik lainnya, seperti lari, lompat,
dan lempar cakram.Olahraga lain yang bernuansa militer pun juga sama
populernya, seperti gulat, tinju,memanah, dan balap kereta. Hal ini menunjukkan
bahwa kebudayaan militer Yunaniberpengaruh pada perkembangan olah raga mereka. Jamak diketahui
bahwa peradaban Yunani klasik adalah tempat lahirnya olahragaatletik saat ini. Bahkan, pertandingan Olimpiade
pada zaman modern meniruOlimpiade yang pertama kali digagas oleh bangsa yang
terkenal dengan parafilsufnya itu. Termasuk masa dilangsungkannya, yaitu setiap
empat tahun sekali.
BAB 9
SEJARAH SENAM
|
Senam pertama kali diperkenalkan pada zaman Yunani
kuno. Senam berasal dari kata Gymnastics, Gymnas berarti telanjang, sebab pada
waktu itu orang-orang berlatih tanpa memakai pakaian. Sedangkan Gymnasium
adalah suatu tempat yang dipergunakan untuk mengadakan latihan senam. Pada
zaman itu Gymnastik dilakukan dalam rangka upacara-upacara kepercayaan yaitu
guna menyembah dewa Zeus.
Pada awal permulaaan abad ke-20, senam telah
menjadi rencana pendidikan di sekolah-sekolah Amerika. Hal ini berkat usaha
dari Dr.J.F.Williams, Dr.Dubly sorgen dan Thomas D.Wood.
Frederik Jahn adalah bapak Gymnastik, dia
memkombinasikan latihan-latihan gimnastik dengan pertunjukan-pertunjukan patriotik.
Dia juga menemukan beberapa perelatan senam, diantaranya adalah palang
horizontal, palang sejajar, kuda-kuda melintang, dan bak lompat.Senam di Negara
Indonesia sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda.
Pada waktu
itu namanya “Gymnastiek”, zaman jepang dinamakan “Taiso”. Pemakaian istilah
“senam” sendiri kemungkinkan bersamaan dengan pemakaian kata olahraga sebagai
pengganti kata sport.
BAB
10
SEJARAH TENIS MEJA
|
Permainan tenis meja
di Indonesia baru dikenal pada tahun 1930. Pada masa itu hanya dilakukan di
balai-balai pertemuan orang-orang Belanda sebagi suatu permainan rekreasi.Hanya
golongan tertentu saja dari golongan pribumi yang boleh ikut latihan, antara
lain keluarga pamong yang menjadi anggota dari balai pertemuan tersebut.Sebelum
perang dunia ke II pecah, tepatnya tahun 1939, tokoh-tokoh pertenismejaan
mendirikan PPPSI (Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia).Pada tahun 1958 dalam
kongresnya di Surakarta PPPSI mengalami perubahan nama menjadi PTMSI (Persatuan
Tenis Meja Seluruh Indonesia).
Tahun 1960 PTMSI elah menjadi anggota federasi tenis meja Asia, yaitu TTFA
(Table Tennis Federation of Asia).Perkembangan tenis meja di Indonesia sejak
berdirinya PPPSI hingga sekarang bisa dikatakan cukup pesati. Hal ini dapat
dilihat dari banyaknya perkumpulan-perkumpulan tenis meja yang berdiri, serta
banyaknya pertandingan tenis meja yang dilakukan, misalnya dalam arena : PORDA,
PON, POMDA, POSENI di tingkat SD, SLTP, SLTA serta pertandingan-pertandingan
yang diselenggarakan oleh perkumpulan-perkumpulan tenis meja, instansi
pemerintah atau swasta atau karang taruna dll.Indonesia selalu di undang dalam
kejuaraan-kejuaraan dunia resmi setelah Indonesia terdaftar sebagai anggota
ITTF pada tahun 1961.Selain kegiatan-kegiatan pertandingan tersebut, hal lain
yang patut dicatat dalam perkembangan pertenismejaan nasional adalah berdirinya
Silatama (Sirkuit Laga Tenis Meja Utama) yang dimulai pada awal tahun 1983,
yang diiselenggarakan setiap 3 bulan sekali serta Silataruna yang kegiatannya
dimulai sejak 1986 setiap 6 bulan sekali.
Dalam perkembangan
yang sangat pesat, para pengemar olahraga tennis meja dituntut untuk
mempelajari dan menganalisa kepesatannya lebih mendalam hingga ke
detil-detilnya. Dengan demikian, kita akan mengetahuio cara-cara terbaru yang
akan membawa para pemain meningkatkan mutu teknik bermain dan bertanding yang
akan menuju kea rah keberhasilan. Kita tentu sependapat bahwa tingkat
kesempurnaan hanya akan terwujud melalui system latihan yang penuh disiplin
disertai keteguhan hati dalam meraih kesuksesan.
Bermain tennis meja
ada dua tenaga yang paling mendasar; yang satu adalah tenaga pukulan membentur
bola yamg lebih di kenal dengan sebutan memukul, dan yang satunya lagi adalah
tenga pergesekan yang lebih di kenal dengan sebutan mengesek bola. Selain bola
yang tinggi dekat net., dapat di pukul secara ringkas, memukul bola-bola yang
lainya harus dilengkapi dengan gesekan. Apabila diuraikan, di sini mengandung
dua arti:
pada
saat pukulan half volley, yang diutamakan adalah pukulan, sedangkan pergesekan
hanya merupakan factor penunjang. Memukul dapat menambah kecepatan dan tenaga
bola, mengesek dapat menimbulkan bola berputaran atas (topspin). Putaran atas
berguna untuk menciptakan garis kurva yang sesuai dengan pukulan.
Pada
saat menciptakan putaran seperti bola loop drive, haruslah mengutamakan
pergesekan. Akan tetapi, mengejar tuntutan pergesekan secara monoton malah akan
berakibat sebaliknya. Gesekan akan terlalu tipis, menyebabkan kurangnya
kurangnya tenaga putaran bola dan sulit untuk mengorbitkan bola yang berputaran
dua.
BY: AHMAD ERIADI
No comments:
Post a Comment